Mayat Mengambang yang Tenggelam Di Sungai Brantas Akhirnya Ditemukan

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Kegiatan proses pencarian jasad korban tenggelam cari ikan di sungai Brantas, masuk wilayah Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur resmi ditutup. Pasalnya, usaha pencarian oleh tim gabungan berhasil menemukan korban tenggelam, Sabtu (15/6/2019) pukul 22.15 malam hari. 

Menurut penjelasan BPBD Nganjuk Bidang Pencegahan atau Mitigasi dan Kesiapsiagaan melalui Kasi Kesiapsiagaan, Atim Swarsono mengatakan upaya pencarian korban tenggelam warga Juwet akhirnya membuahkan hasil. 

"Korban terlihat mengambang Sabtu malam hari," kata Atim dalan pesan rilis diterima redaksi, Minggu (16/6/2019) sore hari.
Lantas, korban dievakuasi oleh tim m ef nggunakan satu unit PK lengkap beserta APD. Setelah itu korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga dengan didampingi Polisi dan Perangkat Desa. 

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Supriyanto (20) tahun warga Rt 3 Rw 6 Dusun Juwet, Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk dilaporkan tenggelam, Jumat (14/6/2019) kemarin sore. 

Menurut penuturan teman korban berdasarkan wawancara tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, lokasi tenggelam korban di Sungai Brantas Desa setempat pada pukul 15.00 WIB. 

Menurut Kasi Kesiapsiagaan BPBD Nganjuk, Atim Swasono mengatakan korban bersama 3 (Tiga) orang temanya Zainal (20) tahun, Samsul (20) tahun dan Ro’in (20) tahun yang sama-sama satu desa dengan korban Berniat mencari Ikan di sungai Brantas. Sesampai di lokasi Tiga orang saksi langsung melepas baju, masuk ke sungai dan berenang untuk menebar umpan menyeberangi sungai. 
"Korban bertugas membawa Ikan Hasil tangkapan," kata atim dalam pesan rilis diterima redaksi, Sabtu (15/6/2019) pukul 14.11 WIB. 

Lebih lanjut, sesampainya di seberang sungai, sekitar pukul 15.00 WIB saksi melihat korban yang terpeleset dan meminta tolong. Melihat korban terbawa arus, saksi berusaha menolong tapi belum bisa menyelamatkan korban. Saksi langsung minta tolong warga dan melaporkan ke perangkat Desa setempat. 

"Hingga saat ini masih dilakukan pencarian oleh warga di bantu Relawan dan Tim dari BPBD Nganjuk," pungkas Atim. (kla)

  • Whatsapp

Index Berita