Hanya dengan Do’a, Ibu Hera Ikut Aksi ke Bawaslu dan KPU

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA--Aksi massa menolak hasil pemilihan presiden 2019 selama  dua hari terakhir ini terkonsentrasi pada beberapa titik karena aparat keamanan memblokade Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Jalan MH.Thamrin dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Salah satu lokasi yang padat peserta aksi adalah di Jalan Wahid Hasyim, yang mengarah ke Jalan MH.Thamrin. Mereka memanfaatkan badan jalan hingga trotoar kawasan itu jelang Maghrib sambil menyiapkan makanan dan minuman buka puasa. Kemudian, tak berapa lama terdengar Adzan Maghrib, merekapun langsung berbuka puasa.

”Alhamdulilah, ini nak minuman, ada roti juga buat buka puasa.” kata Ibu Hera, saat menawarkan hidangan berbuka puasa di trotoar Jalan Wahid Hasyim, Rabu (22/5).

Moment buka bersama secara lesehan peserta aksi massa termasuk dengan aparat yang sedang bertugas menghandirkan saling menghargai dan menghormati antar sesama karena membahagiakan orang itu adalah ibadah.

Ibu Hera ternyata tidak sendirian ikut aksi ke Bawaslu. Ia bersama suami dan seorang anak wanita yang sudah remaja. Tanpa rasa khawatir akan kerusuhan, Ibu ini tetap ingin menyuarakan batinnya soal Pemilu 17 April 2019.

Menurutnya, ibadah di bulan ramadhan yang kini tengah dijalankan tidak boleh berbuat dosa. Meski menolak hasil Pemilu tapi dengan cara pendekatan kepada Allah.

”Saya datang jelang jam 3 untuk sholat ashar dan berdo’a. walaupun di trotoar beralas sejadah. gitu juga setelah buka puasa, sholat maghrib dan do’a agar Allah menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi kelak” kata Ibu Hera.

Doa adalah senjata seorang Mukmin. Doa bisa bermanfaat, baik untuk hal yang telah terjadi maupun belum terjadi. Usai melaksanakan sholat maghrib, Ibu Hera bersama suami dan anak perempuannya meninggalkan kawasan Wahid Hasyim pulang ke rumah sambil mencari masjid untuk sholat isya. (hy)   

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita